Pemko Batam dan BP Batam Prioritaskan Penanganan 167 Titik Rawan Banjir pada 2026–2027

BATAM – Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat upaya penanganan banjir melalui program pembangunan dan peningkatan infrastruktur drainase di sejumlah wilayah. Sebanyak 167 titik rawan banjir ditetapkan sebagai prioritas penanganan pada tahun anggaran 2026 dan 2027 guna mengurangi genangan serta meminimalkan risiko banjir di Kota Batam.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi perhatian serius pemerintah. Upaya tersebut dilaksanakan secara konkret, terukur, dan bertahap dengan mempertimbangkan kondisi serta tingkat kerawanan di setiap kawasan.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah juga terus memperkuat sinergi antara Pemko Batam dan BP Batam melalui identifikasi titik-titik rawan banjir serta evaluasi terhadap dampak setiap pekerjaan yang dilaksanakan. Langkah ini diharapkan dapat memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di samping pembangunan infrastruktur, partisipasi masyarakat turut menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir. Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah ke saluran air, menjaga kebersihan lingkungan, serta melaporkan saluran drainase yang tersumbat atau berpotensi menyebabkan genangan.

Melalui penanganan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam berharap permasalahan banjir dapat ditangani secara lebih optimal demi mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Batam.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.